fullstack-multi-stack

star 0

Helps the agent work across mixed-stack projects using Golang, Laravel/PHP, Python, Next.js/React, and native DLL integrations. Use when the project involves multiple backends, frontends, utilities, or when the user mentions these technologies explicitly.

velora-1d By velora-1d schedule Updated 2/13/2026

name: fullstack-multi-stack description: Helps the agent work across mixed-stack projects using Golang, Laravel/PHP, Python, Next.js/React, and native DLL integrations. Use when the project involves multiple backends, frontends, utilities, or when the user mentions these technologies explicitly.

Fullstack Multi-Stack (Golang, Laravel, Python, Next.js, DLL)

Tujuan skill

  • Memastikan agent mengikuti pola yang sudah ada di project, bukan mengada-ada arsitektur baru.
  • Membantu agent memilih bahasa/framework yang tepat tergantung konteks file.
  • Menjaga struktur, error handling, dan testing konsisten di berbagai stack.

Deteksi konteks project

Saat bekerja di project apa pun, lakukan ini terlebih dahulu:

  1. Deteksi stack utama per folder

    • Jika ada go.mod, main.go, cmd/, internal/ → anggap ini service Golang.
    • Jika ada artisan, composer.json, routes/web.php atau routes/api.php → anggap ini Laravel/PHP.
    • Jika ada requirements.txt, pyproject.toml, Pipfile → anggap ini Python project/utilities.
    • Jika ada next.config.*, app/ atau pages/ → anggap ini Next.js (React).
    • Jika ada .dll atau pembahasan library native → anggap ini DLL interop dari bahasa host (Go/Python/PHP).
  2. Ikuti konvensi yang sudah ada

    • Ikuti penamaan, struktur folder, pendekatan dependency injection, pattern auth, dan error handling yang sudah dipakai project.
    • Jangan ganti arsitektur besar kecuali diminta eksplisit.
  3. Pilih bahasa & pattern yang tepat

    • Lanjut pakai bahasa/framework yang sudah dominan di folder tersebut.
    • Bila ada beberapa opsi (misal Python & Go ada di root), lihat file yang sedang disentuh user lalu sesuaikan.

Pedoman umum lintas bahasa

  • Error handling
    • Jangan pernah diam-diam mengabaikan error.
    • Beri pesan error yang jelas dan tidak membocorkan rahasia (credentials, path internal sensitif, dsb).
  • Struktur
    • Pisahkan jelas: lapisan HTTP/controller, bisnis logic/service/use case, dan persistence/repository.
    • Buat fungsi/komponen yang kecil dan fokus (single responsibility).
  • Testing
    • Jika project sudah punya test, tiru setup dan style yang sama.
    • Minimal buat test untuk logic penting dan edge case.

Pedoman spesifik Golang

  • Struktur direkomendasikan (kalau cocok dengan project):
    • cmd/ untuk entrypoint
    • internal/ untuk business logic & modul dalam
    • pkg/ hanya jika memang ingin diekspos ke luar
  • Gunakan context.Context pada operasi I/O, DB, HTTP, atau long-running.
  • Hindari panic di code biasa; prefer return error.
  • Untuk HTTP handler:
    • Keep handler tipis, delegasikan logic ke service.
    • Validasi input, logging, dan mapping error → HTTP status dilakukan dengan konsisten.

Pedoman spesifik Laravel (PHP)

  • Gunakan:
    • Controllers untuk request/response
    • Form Request untuk validasi
    • Models/Eloquent atau repository/service sesuai pola project
  • Simpan aturan bisnis yang kompleks di Service/Action class, bukan di Controller.
  • Buat perubahan DB via migrations; jangan ubah skema langsung di DB kecuali project sudah jelas menggunakan raw SQL.
  • Ikuti style route yang sudah ada (api.php vs web.php, grouping, middleware, prefix).

Pedoman spesifik Python

  • Gunakan dependency management yang sudah ada di project (requirements.txt, pyproject.toml, dll).

  • Tulis fungsi yang mudah dites, hindari state global yang tidak perlu.

  • Untuk script/CLI, gunakan pola:

    • Entry point di if __name__ == "__main__":
    • Pisahkan logic ke fungsi terpisah agar bisa di-test.
  • Pilih library yang:

    • Sudah dipakai di project, atau
    • Standard library, kecuali ada kebutuhan khusus.

Pedoman spesifik Next.js (React)

  • Hormati jenis router yang digunakan:
    • Jika ada app/ → gunakan App Router (Server Components, route.ts, segment-based).
    • Jika ada pages/ → gunakan Pages Router (getServerSideProps, getStaticProps, dsb).
  • Gunakan kembali:
    • UI components yang sudah ada
    • Hooks/context yang sudah dipakai (auth, theme, dsb)
    • Desain system yang ada (Tailwind, UI kit, dsb)
  • Pastikan:
    • Komponen responsif dan accessible (semantic HTML, ARIA seperlunya).
    • Data fetching mengikuti pattern yang sudah ada (SSR/SSG/CSR sesuai project).

Pedoman integrasi DLL (Windows)

  • Jika user butuh panggil DLL dari:
    • Go → gunakan syscall atau golang.org/x/sys/windows, atau pattern yang sudah ada di project.
    • Python → gunakan ctypes atau cffi sesuai contoh yang sudah digunakan (jika ada).
    • PHP/Laravel → biasanya via ekstensi atau CLI wrapper; ikuti pola yang sudah ada.
  • Selalu dokumentasikan:
    • Nama fungsi di DLL
    • Tipe argumen dan return
    • Calling convention (misal stdcall, cdecl)
    • Cara error-nya dikomunikasikan (return value khusus, GetLastError, dll)

Kapan skill ini dipakai

Agent harus menerapkan skill ini ketika:

  • Project berisi kombinasi Golang / Laravel / Python / Next.js / DLL atau ketika user menyebut langsung teknologi tersebut.
  • User meminta:
    • Menambah fitur backend atau endpoint API
    • Mengubah/membuat halaman atau komponen Next.js
    • Menulis script/utility Python
    • Integrasi dengan DLL/native library
  • Agent butuh memutuskan di bahasa/framework mana sebaiknya fitur baru dibuat di project multi-stack.

Contoh penggunaan

Contoh 1: Project dominan Golang + Next.js

  • Jika user mengubah handler di Go dan halaman di Next.js:
    • Ikuti pattern service & handler di Go yang sudah ada.
    • Ikuti struktur halaman/komponen Next.js yang serupa (folder, naming, styling).

Contoh 2: Laravel API + Next.js dashboard

  • Tambah endpoint baru:
    • Tambah route di routes/api.php mengikuti style yang sama.
    • Buat Controller + Form Request + logika di Service.
  • Hubungkan dari Next.js:
    • Pakai helper/fetch hook yang sudah ada untuk memanggil API.
    • Tangani loading/error state dengan pattern yang sama di project.

Contoh 3: Python utility untuk otomasi

  • Jika ada folder scripts/ atau tools/ berisi Python:
    • Tambah script dengan struktur serupa.
    • Dokumentasikan cara pakai di docstring atau README lokal.

Contoh 4: Integrasi DLL dari Go

  • Buat wrapper Go yang:
    • LoadLibrary / NewLazyDLL
    • NewProc fungsi yang dibutuhkan
    • Menyediakan fungsi Go-level yang aman tipe datanya
    • Meng-handle error dan convert ke error Go yang jelas
Install via CLI
npx skills add https://github.com/velora-1d/Velora-Jobs-FE-BE --skill fullstack-multi-stack
Repository Details
star Stars 0
call_split Forks 0
navigation Branch main
article Path SKILL.md
More from Creator